Matahari terik menyambut aku dan teman-teman di Uluwatu. So Hooott !!! Setelah berisitrahat siang, sorenya aku dan teman-teman segera bersiap untuk nonton Tari Kecak. Tiketnya bisa dipesan online seharga Rp. 100.000,-

Diantar oleh driver dari penginapan, sekitar sejam perjalanan kita sampai di GWK, Uluwatu. Pertunjukkan di mulai menjelang malam. Sekitar pukul 17.00. Sebelum nonton kita selfie dulu. Hehehe.

Kecak

Setelah penukaran tiket aku dan teman-teman langsung menuju lokasi pertunjukkan. Tidak lama kemudian dimulailah pertunjukkan.

Kecak 1 Press

Uluwatu Kecak Dance atau oleh wisatawan domestik lebih dikenal dengan nama Tari Kecak Uluwatu adalah sebuah perkumpulan kelompok seni masyarakat Desa Pecatu, Denpasar-Bali. Desa paling ujung selatan dari pulau Bali ini merupakan sebuah desa yang sangat terkenal dengan objek wisata andalan yaitu Pura Uluwatu, desa ini juga terkenal dengan tempat dimana banyak hotel & fasilitas wisata berada. Lokasi yang sangat strategis dengan keindahan alam yang luar biasa membuat desa ini dipilih oleh para investor untuk menanamkan modal usahanya, contohlah Bulgari Hotels & Resorts, Bali, Alila Villas Uluwatu, The Istana, Tirtha Bali, The Edge, The Khayangan estate dan masih banyak lagi hotel maupun wedding venue yang dapat and temui di desa satu ini.

Tarian yang kerap dimainkan oleh laki-laki ini kini menjadi salah satu ikon kebudayaan Bali yang cukup mendapat sanjungan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Pertunjukkan tari kecak uluwatu menjadi sangat spesial selain karena dipentaskan dikawasan yang begitu sakral bagi umat Hindu di Bali, juga karena posisi stage atau panggung tempat pertunjukan berlangsung juga sangat spektakuler. Stage yang dibangun dengan kapasitas ± 1400 orang ini siap memberikan kita sebuah pemandangan sore yang sangat menakjubkan, dimana diatas tebing yang menjorok ke tengah laut, kurang lebih 150 meter dari permukaan laut berdiri kokoh sebuah pura yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi yaitu Pura Uluwatu yang dibangun pada abad ke XI. Disamping kanan dan kiri pura,mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan tebing yang begitu indah menambah kekaguman kita kepada Tuhan sang pencipta. Tingkah polah para kera yang hidup bebas & liar disekitar pura juga akan menjadi hal yang sangat menarik untuk kita amati, hanya perlu berhati-hati untuk tidak terlalu dekat dengan kera-kera tersebut karena terkadang dengan sifat binatangnya mereka suka mencuri sesuatu yang dianggap menarik sperti topi, kacamata, atapun anting.

Kecak 2 Press

Cerita Ramayana dipilih oleh Tari Kecak Uluwatu untuk menjadi lakon atau cerita pementasan, diceritakan seorang Raja yang begitu sangat bijaksana bernama Sang Rama Dewa sedang berusaha menyelamatan permaisurinya yang bernama Dewi Sita yang diculik oleh seorang raja raksasa yang sangat jahat bernama Rahwana. Perjalanan yang panjang dan sangat berbahaya kemudian ditempuh oleh Sang Rama Dewa dengan ditemani oleh adiknya yang bernama Laksamana.

Diceritakan pula ketika Raja Rahwana menculik Dewi Sita, didalam perjalanannya dilihat oleh Sang Jatayu, seekor burung Garuda yang merupakan sahabat dari Sang Rama Dewa. Ketika Jatayu mengetahui bahwa wanita yang sedang diculik oleh Rahwana adalah permaisuri dari sahabatny yaitu Sang Rama Dewa, maka burung Jatayu pun berusaha menyelamatkan sang permaisuri. Namun karena kesaktian Rahwana melebihi Jatayu, maka Jatayu dapat dikalahkan.

Pada bagian selanjutnya diceritakan kembali perjalanan Sang Rama Dewa yang hanya ditemani oleh adiknya Laksamana kemudian bertemu dengan Sang hanoman, seorang panglima perang pasukan kera yang merupakan keponakan dari seorang raja kera bernama Sugriwa. Karena pernah merasa berhutang budi kepada sang Rama Dewa, pasukan kera yang dipimpin oleh panglima perang Hanoman dan Raja Sugriwa bersedia membantu Sang Rama Dewa untuk merebut kembali permaisurinya. Karena kesaktiannya kera putih Hanoman dapat menyusup kedalam istana Raja Rahwana dan kemudian menemui Dewi Sita. Bagimana kemudian dengan kesaktiannya, Kera Putih Hanoman kemudian membakar istana Raja Rahwana yang didalam pementasan kecak diilustrasikan dengan fire dance. Dimana Hanoman kemudian ditangkap dan dibakar oleh para prajurit Rahwana yang semuanya adalah para raksasa. Perjuangan Hanoman dalam membantu Rama Dewa untuk mendapatkan permaisurinya kembali, menjadi sebuah cerita dan tarian yang sangat menarik untuk kita nikmati. Didalam pementasan juga akan muncul beberapa karakter lain yang menarik untuk kita amati lebih dalam karena dibawakan oleh pemuda-pemudi masyarakat Pecatu yang begitu lemah gemulai dalam membawakan karakternya masing-masing.

Kecak 4 Press

Kita akan melihat kurang lebih 70 orang laki-laki yang membentuk lingkaran ditengah-tengah stage dimana para penari akan membawakan cerita Ramayana tersebut. Ornamen kain kotak-kotak hitam-putih yang menjadi ciri khas penari kecak membuat kesan sakral pada cerita yang dibawakan dan dapat membius ribuan penonton yang selalu memadati tempat ini. Pemakian hiasan dan ornament lain dalam pakian penari pada setiap karakternya juga akan menjadi hal yang sangat menarik untuk diamati atau sekedar di photo oleh para wisatawan.

Bukan itu saja, ketika pementasan baru berjalan kurang lebih 20 menit adalah saat dimana matahari akan kembali keperaduannya dibelakang Samudra Hindia yang membentang luas di depan stage kecak uluwatu, pemandangan lembayung senja kemerahan dan sunset yang begitu sangat romantic dapat kita nikmati tanpa harus bergeser atau beranjak dari tempat kita menonton.
Cerita kemudian ditutup dengan kalahnya Raja Rahwana yang dapat dikalahkan dengan panah sakti yang dimiliki oleh Sang Rama Dewa, dan pada akhirnya Raja Rama Dewa dapat kembali bersatu bersama permaisurinya Dewi Sita.

Ahamdulillah sempet selfie sama Dewi Sita hehehe

Kecak 3 Press

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s