Deja Vu, itulah kata pertama yang terfikir ketika kembali mengunjungi tempat ini.Akupun langsung teringat beberapa potong kenangan-kenangan. Jiah. Kayak pernah inget dulu tempat ini, tapi kapan ya…

Dan ternyata aku baru ingat kalo sebelumnya pernah ke Madiun bersama mantan pacar yang sekarang jadi istri hehe. Alhamdulillah.

Yap, dulu pernah kesini sama temen-temen termasuk istri. Dulu tujuannya travelling ke Pacitan, karna stasiun terdekat menuju Pacitan adalah Madiun, jadilah kita menuju Madiun saat itu.

Kedua kali kesini saat tengah malam, yang sebenarnya tak direncanakan. Bisa dilihat dari gelapnya foto. Haha. Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan dan membersihkan badan, ternyata teman dari salah satu tim yang berangkat ke Madiun ingin mengajak kita keliling. JENG!

Setelah berkeliling sebentar, sampailah kita di Nasi Pecel Bu WO.

Setelah memesan dan memilih lauk untuk Nasi Pecel tersebut, siaplah kita untuk menikmatinya. Ga beda jauh sama nasi pecel lainnya, pun dari tampilan dan lauk yang disajikan Bu Wo ada bermacam-macam. Dasarnya tetep, daun pisang.

Dari rasa ciri khas dari Nasi Pecel Bu Wo adalah pedasnya yang nikmat. Saran aku banyakin lauk pendamping aja biar makin joss. Hehe.

Harganya sangat bersahabat. Nasi Pecel dan beberapa lauk hanya 15rban. Wajib di coba kalau mampir ke Madiun. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, yakni di Jalan S. Parman.

Ini Nasi Pecel mau makan kapan aja, rasanya tetep SUPER!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s